News Update :
Tampilkan postingan dengan label Office. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Office. Tampilkan semua postingan

Transpose Data di Excel 2007

Selasa, 10 April 2012

Melakukan transpose di MS Excel 2007 cukup mudah, berikut langkah-langkahnya :

  • Select / Pilih range yang akan ditranspose


  • Klik kanan dan pilih copy (CTRL+C)


  • Pada ribbon tab "Home", klik tombol "Paste | Transpose" di group "Clipboard"


  • Hasilnya adalah sebagai berikut.


  • Selesai

[+/-] Selengkapnya...

Mengaktifkan Solver Di MS Excel 2007

Solver adalah fasilitas di Excel yang terdiri dari kumpulan fungsi / perintah untuk menemukan pemecahan yang optimal dari suatu permasalahan (dalam suatu batasan dan formulasi).

Contoh worksheet dari penggunaan Solver ini disertakan dalam distribusi Microsoft Excel 2007, lokasi dan nama filenya adalah :
  • C:\Program Files\Microsoft Office\Office12\SAMPLES\SOLVSAMP.XLS

Akses Menu Solver

Solver dapat digunakan melalui menu tab "Data" | group "Analysis" | "Solver".  

Apabila menu tersebut belum ada maka lakukan petunjuk berikut ini untuk mengaktifkan menu solver :
  • Klik tombol "Office Button"



  • Klik tombol "Excel Options"



  • Pada dialog "Excel Options", klik "Add-Ins" dan pilih "Solver Add-in" dari daftar aplikasi add-in yang tidak aktif - Inactive Application Add-Ins.




  • Klik tombol "Go" pada bagian "Manage Excel Add-Ins".



  • Pastikan "Solver Add-In" terpilih. Klik tombol "OK".



  • Selesai.

[+/-] Selengkapnya...

Contoh Penggunaan Fungsi SUMIF

Pendahuluan

SUMIF adalah fungsi penjumlahan nilai pada suatu range data dengan pengkondisian atau filter yang ditentukan oleh kita. 

Syntax dari fungsi SUMIF adalah sebagai berikut :

SUMIF(range, criteria, [sum_range])

Keterangan
  • range : adalah range dari cell-cell yang ingin kita evaluasi berdasarkan kriteria yang akan kita tentukan.
  • criteria : kondisi atau aturan filter yang ingin kita gunakan.
  • sum_range : jika ini disebutkan maka range ini yang akan jadi acuan untuk mengambil nilai, tetapi posisinya sesuai dengan kolom - baris dari range yang terfilter.

Contoh Penggunaan

  • Sebagai contoh, kita memiliki data range seperti terlihat di bawah ini  (A2:D10). Yang ingin kita lakukan adalah mengambil total dari Kacang saja kemudian ditempatkan hasilnya pada D11.


  • Tempatkan cursor pada cell D11 dan ketikkan formula berikut :

    =SUMIF(D3:D10,"=Kacang",C3:C10)

    ini artinya dari range kriteria dari D3:D10, kita mengambil yang nilainya Kacang saja. Setelah itu ambil range nilai yang akan dijumlah yaitu C1:C10.

  • Hasilnya akan terlihat sebagai berikut. Nilai 15 didapatkan sebagai total jumlah untuk Kacang saja.


  • Selesai

Download Contoh

Klik disini untuk mendownload contoh worksheet yang berisi penggunaan SUMIF pada artikel ini.

[+/-] Selengkapnya...

Penggunaan Fungsi Index dan Match pada Excel 2007

Pendahuluan

Dalam keseharian pengolahan data dalam Excel hampir dipastikan Anda akan terlibat dalam dua kondisi berikut :
  • Memerlukan pencarian dari suatu nilai terhadap range data tertentu ( referensi ).
  • Pencarian terhadap referensi tersebut harus cukup dinamis, ini dalam arti dapat mencari dan mengambil data dari kolom / baris manapun yang kita tentukan.
Untuk keperluan hal tersebut, kita dapat melakukannya dengan mudah dari penggunaan dua fungsi Excel yaitu INDEX dan MATCH.

Fungsi INDEX

Fungsi INDEX adalah fungsi yang cukup sederhana - yang digunakan untuk mendapatkan nilai dari suatu cell berdasarkan pencarian pada suatu  definisi table / data range dari worksheet kita. 

Pencarian digunakan berdasarkan informasi posisi kolom dan baris dengan acuan dari kolom dan baris pertama table / data range tersebut. 

Syntax fungsi INDEX adalah sebagai berikut :

INDEX(array, row_num, [column_num])

Keterangan :
  • array : adalah table / range data yang terdiri dari satu atau beberapa kolom dan baris.
  • row_num : adalah angka yang menunjukkan posisi baris dengan acuan dari cell pertama ( kolom / baris ujung kiri atas ) dari array.
  • column_num :  adalah angka yang menunjukkan posisi kolom dengan acuan dari kolom / baris pertama dari array. Argumen ini bersifat opsional (boleh digunakan atau tidak).

Penjelasan mengenai fungsi INDEX ini dapat diilustrasikan pada Gambar 1 di bawah ini. Terlihat ada satu formula "=INDEX(B3:B8, 4, 2)" yang mengambil data dari posisi 2 kolom dan 4 baris dari B3 ( cell pertama dari array / data range B3:D4 ). Hasil dari fungsi ini adalah nilai dari cell C6, yaitu nilai 20.


Gambar 1. Ilustrasi Contoh Penggunaan Fungsi Index

Gambar berikut menunjukkan contoh penggunaan fungsi INDEX pada Excel.


Gambar 2. Contoh Penggunaan Fungsi Index pada Excel 2007

Fungsi MATCH

Fungsi MATCH adalah fungsi yang digunakan untuk mencari suatu nilai dari suatu range yang terdapat pada suatu kolom atau baris, tapi tidak kedua-duanya. 

Syntax fungsi MATCH adalah sebagai berikut :

MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type])

Keterangan :
  • lookup_value : adalah nilai yang ingin dicari pada lookup_array.
  • lookup_array : adalah range data dari suatu kolom ataupun baris.
  • match_type :  adalah angka yang menunjukkan tipe pencocokan sebagai berikut :
    •  1 : jenis pencocokan dimana lookup_array dalam keadaan terurut secara ascending (kecil ke besar). Pencocokan dilakukan dengan mengambil nilai terbesar dari range data yang lebih kecil atau sama dari lookup_value.
    •  0 :  jenis pencocokan dimana pada lookup_array dicari data yang sama persis dengan lookup_value. Urutan data tidak menjadi masalah. Jika diketemukan lebih dari satu data yang sama, maka akan diambil data yang pertama kali diketemukan secara sekuensial.
    • -1 :  jenis pencocokan dimana lookup_array dalam keadaan terurut secara descending (besar ke kecil).  Pencocokan dilakukan dengan mengambil nilai terkecil dari range data yang lebih besar atau sama dari lookup_value.

Untuk kejelasan match_type ini, perhatikan ilustrasi pada Gambar 3 di bawah ini. Pada contoh tersebut nilai lookupnya adalah 3, yang kemudian dicari pada data array dengan tiga kelompok susunan data seperti tampak pada gambar. 

Dengan pilhan tiap tipe mulai dari -1, 0 dan 1 didapatkan posisi dari fungsi match masing-masing adalah 5, 2, dan 4.


Gambar 3. Ilustrasi Contoh Penggunaan Match Type (Skema Pertama)

Contoh lainnya terlihat pada Gambar 4 di bawah ini. Pada kasus ini nilai lookupnya adalah 4 yang dicari pada data array dengan nilai 1, 2, 3, 3, 5, 5 dan 6 (sama dengan contoh sebelumnya). Dengan pilhan tiap  tipe mulai dari -1, 0 dan 1 didapatkan posisi dari fungsi match masing-masing adalah 3, NA (Not Available / Tidak Ditemukan), dan 4.


Gambar 4. Ilustrasi Contoh Penggunaan Match Type (Skema Kedua)

Gambar-gambar berikut menunjukkan beberapa contoh penggunaan match pada Excel 2007 (klik pada gambar untuk memperbesar).


Gambar 5. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (1)



Gambar 6. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (2)



Gambar 7. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (3)

Penggunaan dari Gabungan Fungsi INDEX dan MATCH

Seperti dijelaskan sebelumnya, penggabungan fungsi INDEX dan MATCH akan menghasilkan solusi pencarian data yang cukup powerful dimana kita dapat mencari dari referensi berdasarkan kolom / baris yang kita inginkan.

Syntax dari penggabungan fungsi ini tampak seperti berikut :

INDEX(array, MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type]), column_num)

jika yang dicari adalah data range baris pada suatu kolom, atau.. 


INDEX(array, row_num, MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type]))

jika yang dicari adalah data range kolom pada suatu baris.

Sekilas solusi ini mirip dengan fungsi VLOOKUP yang telah kita bahas sebelumnya. Namun dengan fungsi VLOOKUP kita terbatas pada pencarian pada kolom pertama pada data range referensi dan harus terurut, sedangkan dengan penggabungan fungsi ini kita bisa mencari dari kolom manapun dan tidak perlu dalam keadaan terurut (sesuai match_type tentunya).

Berikut adalah dua gambar contoh penggunaan dari gabungan kedua fungsi INDEX dan MATCH.

Gambar 8. Contoh Penggunaan Index dan Match (1)


Gambar 9. Contoh Penggunaan Index dan Match (2)

Kesimpulan

Fungsi MATCH dan INDEX masing-masing merupakan fungsi untuk melakukan pencarian dan navigasi dari suatu table / data range. Bedanya fungsi MATCH mengembalikan nilai posisi sedangkan fungsi INDEX mengembalikan nilai dari suatu posisi cell.

Penggabungan kedua fungsi tersebut menjadi solusi yang sangat baik sebagai alternatif dari fungsi VLOOKUP yang telah dikenali sebagai fungsi untuk mencari / lookup suatu nilai referensi.

Sumber Referensi

[+/-] Selengkapnya...

Calculated Field vs Calculated Item di Pivot Table

Di Pivot Table kita dapat membuat yang namanya Calculated Field dan Calculated Item. Apa beda antar keduanya ?

Berikut adalah perbedaannya :

  • Calculated Field kita gunakan jika kita ingin menambahkan field / kolom baru pada daftar field yang ada.
  • Calculated Item kita gunakan jika ingin menambahkan daftar nilai dari suatu field, dengan ini otomatis menambah item grouping baru. Sebagai catatan, formula tidak boleh menggunakan item dari field lain.
Berikut adalah contoh penggunaan keduanya menggunakan dokumen penjualan_pivot.xlsx yang dapat Anda download disini.

Penggunaan Calculated Field

Misalkan kita ingin menambahkan satu field, yaitu PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10% dari tiap nilai penjualan pada Pivot Table kita. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan hal tersebut :
  • Buka sheet "Pivot" dan arahkan kursor ke area Pivot Table kita.
  • Pada ribbon "PivotTable Tools" | "Options", klik button "Formula" dan pilih "Calculated Field".

  • Pada kotak dialog "Insert Calculated Field" yang muncul, masukkan nilai berikut di bawah ini kemudian klik tombol "OK" :
    • Name     : PPN
    • Formula  :  = nilai_penjualan * 0.1

  • Field baru, "Sum of PPN" akan muncul pada Pivot Table kita.

  • Selesai.

Penggunaan Calculated Item

Misalkan kita ingin menambahkan satu nilai pada field "month",  yaitu Q1 yang mewakili total penjualan pada bulan 1 s/d 3. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan hal tersebut :
  • Buka sheet "Pivot" dan arahkan kursor ke area nilai "month" pada Pivot Table kita.

  • Pada ribbon "PivotTable Tools" | "Options", klik button "Formula" dan pilih "Calculated Item".
  • Pada kotak dialog "Insert Calculated Item in "month"" yang muncul, masukkan nilai berikut di bawah ini kemudian klik tombol "OK" :
    • Name     : Q1
    • Formula  :  = '1'+ '2'+ '3'

  • Item baru pada "month" yaitu "Q1" - yang merupakan penjumlahan dari nilai terkait dari bulan 1 s/d 3 - akan muncul pada Pivot Table kita.

  • Selesai.

[+/-] Selengkapnya...

Filter Pada PivotTable

Pendahuluan

Setelah Anda menyelesaikan dasar pembuatan PivotTable dan cara menyusun field pada baris dan kolom area pivot, maka artikel ini akan melangkah ke pembahasan mengenai filter pada PivotTable yakni Report Filter dan Value Filter.

Report Filter

Report Filter adalah komponen PivotTable yang digunakan untuk memilih subset dari laporan PivotTable yang digunakan. Komponen ini tidak terdapat di area report.

Berikut adalah langkah-langkah menambahkan report filter tanggal transaksi pada PivotTable kita :
  • Pada posisi pivot terakhir, drag field tgl_transaksi ke dalam bagian Report Filter.

  • Komponen report filter terlihat telah ditambahkan pada worksheet kita. Secara default pilihan yang ada sekarang adalah (All) untuk pemilihan subset semua data.

  • Klik tanda panah pada filter tersebut dan coba pilih salah satu tanggal misalkan untuk tanggal "1/2/2008 0:00" dan klik tombol "OK". Perhatikan perubahan yang terjadi pada PivotTable tersebut, nilai yang tampil lebih kecil bukan ? Ini karena data yang tampil sudah difilter sesuai tanggal yang kita pilih tersebut.

  • Jika kita ingin memilih beberapa tanggal, maka pilih kotak "Select Multiple Items" sehingga kita dapat mencentang beberapa item tanggal. Cobalah pilih range tanggal 1 s/d 5 Januari 2008 dengan cara :
    • klik dulu pilihan "(All)" sehingga kita dari kondisi memilih semua tanggal ke ke kondisi belum memilih tanggal apapun, atau dengan kata lain kita men-toggle pilihan "(All)".

    • klik pilihan untuk tanggal 1 s/d tanggal 5 dan klik tombol "OK".

    • Data pada PivotTable yang tampil akan sesuai dengan filter range tanggal tersebut. Perhatikan pada filter sekarang ditampilkan label (Multiple Items).

  • Cobalah bereksperimen dengan menambahkan beberapa field lain ke dalam Report Filter.

  • Selesai.

Value Filter

Selain Report Filter, pada PivotTable juga memiliki apa yang namanya Value Filter. Filter ini digunakan pada area kolom maupun baris tampilan data. Biasanya diperlukan apabila jumlah kolom / baris data terlalu banyak dan kita hanya ingin fokus ke nilai tertentu, misalkan 10% nilai penjualan tertinggi.

Berikut adalah contoh penggunaan value filter untuk melihat 10 produk yang memiliki penjualan tertinggi.
  • Susun komposisi field Anda pada area pivot seperti pada gambar di bawah ini.

  • Perhatikan pada area pivot terdapat data produk yang cukup banyak dengan nilai yang tidak terurut.

  • Klik tombol panah di samping "Row Labels". Pilih menu "Value Filters" -> "Top 10 ...".

  • Pada dialog "Top 10 Filter (nama_produk)" yang muncul terlihat kita akan menampilkan 10 item dari nilai penjualan tertinggi - ditandai dengan pilihan kita "Top", "10", "items", "Sum_of_nilai_jual".


  • Klik tombol "OK".
  • Terlihat hasil filter tersebut pada area pivot sebagai berikut.

  • Selesai.

Selain melihat jumlah item produk kita juga dapat mem-filter persentase jumlah produk. Berikut adalah caranya :
  • Buka kembali dialog "Top 10 Filter" dan ubah pilihan Items menjadi "Percent" dan klik tombol "OK".

  • Berikut adalah hasil dari filter tersebut. Ternyata Apel nilai penjualannya terlalu besar sehingga melampaui produk lainnya.

  • Selesai.
Selain memilih penjualan tertinggi, kita juga dapat melakukan filter terhadap penjualan terendah dengan cara memilih opsi "Bottom" selain top. Cobalah bereksperimen dengan berbagai pilihan tersebut dan lihat hasilnya.

Membersihkan Value Filter

Setelah kita cukup puas dengan analisa berdasarkan filter yang kita inginkan dan mau kembali ke keadaan awal, kita dapat membersihkan filter tersebut dengan cara berikut :
  • Klik tombol panah filter pada "Row Labels" pada contoh di atas.

  • Pilih menu "Clear Filter From .... ".

  • Selesai.

Penutup

Demikian artikel tutorial bagian 2 ini kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

[+/-] Selengkapnya...

PivotTable Dasar

Pada bagian dasar tutorial PivotTable ini, akan ditunjukkan langkah demi langkah pembuatan dasar PivotTable dengan sebuah file contoh yang dapat didownload dari website kami.


Download File Latihan

Membuat PivotTable

  • Jalankan program Excel 2007 dan buka file latihan yang telah Anda download tersebut.  File ini merupakan file contoh data transaksi pada suatu minimarket yang menjual produk buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan & minuman.
  • Pada sheet "transaksi" datanya terlihat seperti pada gambar berikut ini.


  • Sekarang pilih range data A1:F43680 (range yang ada datanya).
  • Klik ribbon "Insert" dan pilih tombol "PivotTable" -> "PivotTable".


  • Pilih "New Worksheet" pada dialog "Create PivotTable". Klik tombol "OK"


  • Pada worksheet baru akan muncul kotak / placeholder PivotTable (PivotTable Box) dan daftar field PivotTable (PivotTable Field List) pada panel kanan. Terlihat pada daftar field terdapat 6 kolom yang berasal dari heading dari range yang kita pilih sebelumnya.


  • Pada panel bawah terdapat 4 area dimana kita bisa masukkan field-field tersebut yaitu :
    • Report Filter : field akan digunakan sebagai filter yang mempengaruhi hasil data pada PivotTable namun tidak akan terlihat sebagai isi dari PivotTable yang dibentuk.
    • Column Labels : data dari field akan ditempatkan pada bagian kolom dari table dengan level sesuai urutan susunan pada area ini.
    • Row Labels : data dari field akan ditempatkan  pada bagian baris  dari table dengan level sesuai urutan susunan pada area ini.
    • Values : merupakan nilai  summary / agregasi dari hasil perhitungan count, sum, average, dan sebagainya.

  • Mari kita coba dengan berbagai kombinasi field ke dalam PivotTable Field List.

  • Kita susun field ke dalam area di atas sebagai berikut :
    • "nama_kategori" ke bagian Column Labels. 
    • "nama_produk" ke bagian Row Labels.
    • "jumlah_unit" ke bagian Values. Perhatikan nama field sekarang adalah "Sum of jumlah_unit". Artinya field ini akan berisi kalkulasi total dari nilai "jumlah_unit".


  • Perhatikan hasilnya pada kotak / zona PivotTable pada worksheet kita. Terlihat table kita merupakan susunan grouping dari "nama_cabang" pada baris dan "nama_kategori" pada kolom. Nilai sel adalah merupakan total dari nilai "jumlah_unit" untuk tiap perpotongan grouping tersebut.

    Contoh pembacaan dari data PivotTable, total jumlah unit yang terjual pada PHI Mini Market - Jakarta Pusat 01 untuk kategori Makanan & Minuman adalah sebesar 525.138 unit.



Menambahkan Tipe Summary Baru

  • Sekarang mari kita tambahkan field "jumlah_unit" kembali ke area Value. Terlihat ada tambahan field "Sum of jumlah_unit2".


  • Sekarang perhatikan kembali pada PivotTable di worksheet kita. Apakah kita mendapatkan satu kolom perhitungan baru yang sama dengan hasil sebelumnya ? Tentunya bukan ini yang kita inginkan.


  • Mari kita kembali ke area Value dan klik tombol panah bawah pada field "Sum of jumlah_unit2" dan pilih "Value Field Settings".


  • Pada dialog yang muncul rubah tipe kalkulasi Sum menjadi Count dan perhatikan nama field yang berubah. Klik tombol "OK".


  • Perhatikan PivotTable setelah perubahan, kita akan mendapatkan nilai total unit penjualan yang terjadi (sum) dan juga jumlah transaksi yang terjadi (count).


  • Selesai.

Penutup

Demikian artikel pertama dari rangkaian tutorial Pivot Table, dimana pada bagian ini kita telah mempersiapkan data dan menjadikannya sebagai sumber untuk digunakan oleh PivotTable.

PivotTable ini kemudian kita susun menjadi laporan summary yang kita inginkan dengan dua tipe kalkulasi yaitu sum dan count.

Demikian, semoga bisa bermanfaat buat Anda

Selanjutnya
Filter Pada Pivot Tabel

[+/-] Selengkapnya...

 

© Copyright Coretan Pena 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.